Mengenal jenis-jenis logam stainless steel (SS201, SS304, SS316, dan SS430)

Stainless steel sangat digemari di Dunia “sebagai material peralatan rumah tangga & industri

Mungkin bagi Anda yang sangat menyukai aktifitas memasak tentunya tidak akan asing bila menggunakan berbagai peralatan masak berbahan stainless steel ya, ini dikarenakan memang pada kenyataannya di negara kita peralatan masak berbahan stainless steel memang telah menjadi primadona.

Hal ini memiliki alasan yang logis dan telah memiliki fakta secara ilmiah dimana material stainless steel cenderung jauh lebih aman jika digunakan sebagai wadah makanan sehingga masuk ke dalam material food grade, namun bukan hanya aman bagi makanan saja karena material stainless steel juga lebih awet dikarenakan memiliki kadar anti korosi yang menghalangi proses berkarat juga sangat mudah untuk dibersihkan.

Dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki logam stainles steel inilah yang membuatnya semakin populer baik dalam hal pembuatan produk rumah tangga dan bahkan dalam skala penggunaan yang besar di dunia industri, namun ternyata logam stainless steel yang asli memiliki beberapa tipe yang dapat diolah sesuai dengan peralatan yang akan diaplikasikan.

Lalu apa saja jenis-jenis dari logam stainless steel?

Logam stainless steel asli memiliki kode SS304, SS316, SS201, SS416, dan masih banyak lagi dimana kode-kode yang kami sebutkan tadi adalah tipe stainless steel yang paling banyak digunakan karena kualitasnya yang sangat baik jika digunakan dalam pembuatan berbagai peralatan rumah dan industri.

Dan satu hal yang juga perlu Anda ketahui bahwa peralatan masak Anda yang terbuat dari bahan material stainless steel adalah material yang terbuat dari kombinasi beberapa kandungan logam seperti kromium dan juga nikel dimana kromium berfungsi untuk membantu mengikat oksigen ke permukaan peralatan masak, dan juga mampu melindungi logam stainless steel dari proses oksidasi yang dapat menyebabkannya menjadi berkarat.

Kandungan kromium yang semakin tinggi tentu akan berpengaruh terhadap daya tahan stainless steel yang lebih kuat terhadap serangan korosi, sementara itu kandungan nikel pada stainless steel memiliki fungsi tidak jauh berbeda sehingga menjadi penguat dimana nikel dapat meningkatkan ketahanan terhadap proses oksidasi.

Jadi kesimpulannya baik nikel dan kromium memiliki fungsi memberi ketahanan logam stainless steel dari serangan korosi, jadi bila semakin banyak kandungan nikel dalam logam stainless steel maka akan membuat peralatan masak anda semakin kebal terhadap korosi yang membuatnya sulit untuk berkarat sehingga komposisi kandungan material (kromium, nikel, karbon, besi, dan lainnya) yang berbeda inilah yang membuat logam stainless dibedakan berdasarkan kode khusus.

Anda dapat melihat bagan berikut untuk lebih jelasnya :

Dari data di atas Anda dapat memiliki gambaran menyeluruh mengenai proses bagaimana stainless steel terbagi menjadi beberapa kategori dan jenisnya, dimana secara sederhana stainless steel terbagi menjadi lima kategori dasar yaitu martensitic, ferritic, austenitic, duplex, dan percipitation hardening.

Untuk memberi kemudahan Anda dalam memahaminya, kami hanya akan mengulas jenis stainless steel dengan kualitas terbaik yang paling banyak ditemui dan digunakan dalam kehidupan manusia dengan penjelasan tentang kategori dan tipe stainless steel berikut ini :

Kategori Stainless Steel Austenitic

Austenitic tersusun dari beberapa bahan, yaitu 16% kromium, 7% nikel, dan nitrogen. Sifat SS austenitic yaitu: memiliki kekuatan dan ketahanan pada suhu (baik suhu tinggi maupun suhu rendah), serta memiliki ketahanan terhadap korosi lebih baik daripada jenis ferritik dan martensitik. Tipe seri SS yang masuk dalam kategori austenitic, yaitu seri SS 300 dan seri SS 200. Perbedaan seri ini dipengaruhi oleh perbedaan komposisi metalurginya, yang akhirnya karakteristiknya pun ikut berbeda pula. Seri SS 300 lebih tahan karat jika dibandingkan seri SS 200. Namun, seri SS 200 memiliki harga yang lebih murah saat dibandingkan dengan tipe SS 300.

Kategori Stainless Steel Ferritic

Jenis SS ferritic terbuat dari komposisi kromium (10,5%-29%), molibdenum, aluminium, titanium, dan sedikit nikel. Ketahanan akan kororsi jenis ini memang tidak sehebat austenitic. Akan tetapi, masih lebih baik daripada martensitic. Keunggulan SS ferritic yaitu harganya yang relatif murah. Beberapa tipe seri SS 400 masuk ke dalam kategori ferritic, seperti: seri 405, 409, 430, 434, 439, 444, dan 446.

Kategori Stainless Steel Martensitic

Martensitic mengandung 10,5%-18% kromium, 2% nikel, dan karbon dengan jumlah yang besar. Kandungan lain dari martensitic yaitu: molibdenum, niobium, silicon, tungsten, vanadium, dan lain-lain. SS tipe ini masih memiliki kekurangan terhadap kemampuan mencegah korosi, terlebih jika dibandingkan dua tipe di atas. Namun, kekuatan dan kekerasan stainless ini bisa diacungi jempol. Itulah sebabnya SS jenis ini banyak digunakan untuk pembuatan pisau, peralatan grinding, dan lainnya. Sebagian tipe seri SS 400 masuk dalam kategori martensitic, contohnya saja: tipe seri 403, 410, 414, 416, 420, 431, dan 440.

Baca lainnya  Mengonsumsi Edible Flowers, Aman Nggak ya?

Kategori Stainless Steel Duplex

Nah, kalau jenis ini merupakan hasil ‘pernikahan’ antara jenis autenitic dan ferritic. Oleh sebab itu, karakteristiknya pun hampir serupa dengan autenitic dan ferritic. Kemampuan duplex dalam mencegah korosi hampir serupa dengan autenitic. Sementara kekokohan SS berada di antara autenitic dan ferritic. Meski demikian, SS ini memiliki ketahanan korosi retak tegang (stress corrosion cracking) lebih baik daripada seri autenitic. Jenis ini biasa digunakan untuk pembuatan komponen kapal, industri petrokimia, dan industri kertas.

Kategori Stainless Steel Precipitation Hardening

SS ini merupakan kombinasi optimal dari SS austenitic dan martensitic. Itulah sebabnya SS ini memiliki sifat yang unik dibandingkan jenis lainnya. Karakter percipitation hardening memiliki kekuatan yang tinggi, dan lebih tahan terhadap korosi (diambil dari sifat austenitic). Tipe seri yang termasuk dalam kategori ini, yaitu AISI 17-4 PH yang biasa disebut dengan AISI 630.

Setelah memahami apa saja kategori dalam SS , berikut ini akan kami paparkan jenis/tipe dari SS yang biasa Anda temui. Pemahaman tentang tipe/jenis stainless steel diharapkan membantu Anda dalam memeilih peralatan dapur stainless yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tipe Seri Stainless Steel

SS 304

Stainless steel yang masuk dalam kategori food grade merupakan stainless steel dengan komposisi 18/8 atau 18/10. Arti kode ini menunjukkan komposisi kandugan kromium dan nikel. Kandungan kromium berfungsi untuk mengikat oksigen di permukaan SS dan melindungi bahan dari proses oksidasi yang dapat menimbulkan karat.

Sementara nikel membuat SS memiliki sifat yang lebih tahan karat lagi. Semakin besar kandungan nikel semakin besar pula kemampuan bahan untuk mencegah korosi. Selain itu, kandungan nikel membuat SS lebih kokoh. Dan, kabar baiknya, ini ada di tipe 304.Seri 304 memiliki komposisi 18/8, yang artinya: kandungan kromium sebesar 18% sedangkan kandungan nikel sebesar 8%. Komposisi ini membuat andungan nikel membuat SS lebih kokoh dan bercaya seri 304 lebih tahan terhadap korosi dan aman bersentuhan langsung dengan makanan/minuman. SS 304 banyak digunakan untuk industri kuliner, hotel, rumah sakit, atau tempat makan khusus bayi.

SS 316

Sama seperti 304 yang termasuk dalam ‘keluarga’ tipe seri 300, 316 pun demikian. Bahkan secara tampilan dan sifat kedua tipe ini pun hampir serupa. Kedua tipe ini sama-sama non-magnetik, tahan karat, dan lebih tahan pada suhu tinggi. Nah, kalau demikian, di mana letak perbedaannya? Perbedaan kedua seri ini ada pada komposisi logam penyusunnya. Seri 316  memiliki kandungan kromium sebesar 16% (kandungan kromium seri 304 berjumlah 18%), serta kandungan nikel sebanyak 10% (kandungan nikel seri 304 sebesar 8%). Selain itu, seri 316 memiliki kandungan molibdenum (Mo), yang membuat seri ini lebih tahan terhadap korosi pitting.

Baca lainnya  Panci Tepat, Masak Mantap! Kenali Macam Panci Sebelum Anda Gunakan

Untuk Anda ketahui, korosi pitting merupakan korosi lokal yang mengakibatkan lubang-lubang kecil pada permukaan stainless steel Anda. Meski demikian, stainless steel ini sangat jarang digunakan untuk peralatan makan/minum/masak. Alasannya: karena harganya yang jauh lebih mahal daripada seri 304.Seri 316 lebih banyak digunakan untuk komponen mesin, keran, pompa, dan peralatan industri lainnya. Seri 316 pun banyak digunakan untuk peralatan yang diletakkan di lepas pantai, yang kerap bersentuhan langsung dengan air laut.

SS 430

Tipe ini merupakan bagian dari seri 400 yang mengandung magnet dan seringkali disebut dengan monel. Seri ini memiliki komposisi 18/0 yang artinya: memiliki kandungan kromium sebesar 18% dan kandungan nikel sebesar 0,75% (atau hampir terabaikan). Itulah sebabnya kandungan nikel membuat SS lebih kokoh dan bercaya tipe ini tidak tahan terhadap korosi.

SS 201

Seri 201 merupakan bagian dari stainless steel grade 200. Harga SS 201 relatif lebih murah dibandingkan seri lainnya. Namun, kemampuan SS 201 terhadap korosi masih terbilang kurang terlebih jika dibandingkan seri 304.

Cara Memilih Panci Set Food Grade Seri SS 304

Tentu kita semua sepaham, bahwa stainless steel yang baik yaitu stainless steel yang food grade alias aman untuk bersentuhan langsung dengan makanan/minuman, atau digunakan untuk peralatan makan bayi dan anak. Nah, stainless steel yang memiliki sifat ini yaitu seri SS 304.

Namun sayangnya, karena dari segi tampilan fisik SS hampir serupa, tentu menyulitkan Anda untuk memilihnya. Nah, berikut ini adalah informasi yang kami sajikan untuk membantu Anda membedakan antara seri SS 304 dan seri lainnya. Dengan begitu, Anda dapat menemukan panci yang tepat yang aman untuk keluarga tercinta.

Menggunakan Magnet

Cara paling mudah dan sederhana untuk membedakan seri SS ialah menggunakan magnet. Beberapa seri SS ada yang bersifat magnetik ada pula yang tidak. Anda tinggal mendekatkan stainless steel ke magnet untuk mengecek apakah stainless tersebut memiliki magnet atau tidak. Cara membedakan seri ini terbilang mudah tetapi tidak akurat.

Pada umumnya, banyak orang yang mengatakan SS yang memiliki sifat magnetik merupakan stainless steel berkualitas buruk. Padahal, teori itu tidaklah benar. Seri 304 yang diproses dengan teknik tekuk, potong, atau drwaing, memiliki sifat sedikit magnetik.

Sifat magnetik pun dimiliki oleh stainless steel yang masuk dalam kategori duplex. Padahal tipe duplex merupakan tipe mahal yang memiliki sifat magnetik.

Menggunakan XRF Handheld Analyzer

Alat ini bisa membedakan semua jenis stainless steel dengan mudah dan cepat. Sayangnya alat ini cukup mahal. Tentu bukan pilihan bijak jika Anda membeli produk ini hanya untuk mengecek tipe stainless steel dengan tepat. Solusi lain yang dapat Anda lakukan yaitu dengan membeli panci bermerek yang memang sudah teruji kualitasnya. Di pasaran banyak panci-panci bermerek yang sudah menggunakan stainless steel tipe 304.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *